Home / Blog / Tak Hanya Soal Teknologi, Begini Tantangan Dalam Membangun Eksistensi Koperasi di Indonesia

Tak Hanya Soal Teknologi, Begini Tantangan Dalam Membangun Eksistensi Koperasi di Indonesia

04/03/2021, 3:33 am

Koperasi di Indonesia merupakan agen pembangunan untuk meningkatkan perekonomian negeri, utamanya tentu untuk memberantas kemiskinan, karena Koperasi Indonesia mengemban misi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, koperasi Indonesia mempunyai peran untuk menyebarluaskan jiwa dan semangat koperasi untuk dapat dikembangkan pada perusahaan swasta dan negara. Membangun eksistentsi koperasi tak melulu soal teknologi yang harus dikembangkan, namun juga tentang kesadaran masyarakat Indonesia atas peran dan manfaat koperasi untuk meningkatkan taraf hidup warga masyarakat. Berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini masih cukup banyak, tak hanya persoalan teknologi yang belum maksimal dalam penerapan berkoperasi namun lebih dari itu, ada persoalan mendasar yang juga termasuk menjadi penyebab lambatnya perkembangan Koperasi di Indonesia

Hal tersebut pernah disampaikan oleh Dalimunte (2006) yang mengungkapkan beberapa masalah mendasar koperasi yaitu (1) koperasi tidak dipahami sebagai gerakan bersama (society movement) untuk menciptakan kehidupan yang lebih berpengharapan dan bermartabat, (2) tujuan koperasi hanya ditentukan para elite organisasi tanpa melibatkan anggota, (3) koperasi tidak mengedepankan kolektivitas pemberdayaan (empowering) segenap unsur organisasi, (4) distribusi hasil koperasi tidak berkeadilan, (5) kepemimpinan yang lemah, (6) jiwa kewirausahaan yang lemah, dan (7) management skill yang rendah. Sutawi (2014) menambahkan empat masalah yang menyebabkan kinerja koperasi Indonesia sangat rendah: (1) koperasi tidak memiliki sumberdaya manusia berkualitas, (2) lemah permodalan, (3) tidak memiliki jaringan bisnis yang luas.

Masalah-masalah tersebut dapat dikatakan bersifat laten dan sistemis, bagaikan penyakit kanker yang secara perlahan-lahan membunuh ribuan koperasi. Untuk itu, butuh sebuah gerakan dan gebrakan besar dan serius untuk bangkitkan koperasi. Bagi pihak-pihak yang optimistis, terutama pejabat Kementerian Koperasi dan UKM, Dinas Koperasi dan UKM, dan aktivis koperasi, dan pelaku bisnis yang bersinggungan langsung dengan koperasi, mereka meyakini bahwa koperasi mampu bermain dalam gelombang teknologi dan informasi digital. Budaya generasi milenial yang sering membentuk komunitas juga bisa menjadi peluang untuk rebranding koperasi. Koperasi dapat diposisikan sebagai wadah berkumpulnya orang-orang yang memiliki kesamaan kepentingan.

Berbagai strategi dasar mengaktualisasikan kembali Koperasi sesungguhnya tidaklah sulit, hanya butuh komitmen dan kebersamaan. Sebagaimana dicitakan Bung Hatta, tidak lain karena koperasi berfondasi pada humanisme, keadilan, transparansi, dan kearifan lokal dalam mengelola usaha. Disamping itu, Unicoop sebagai platform koperasi digital Indonesia hadir dalam rangka mendukung Koperasi Indonesia dalam meningkatkan eksistensinya di era digital melalu jarigan bisnis dan teknologi yang akan meningkatkan berbagai layanan koperasi.