Home / Blog / Serba Serbi Koperasi di Indonesia Mulai dari Sejarah Hingga Jenis-Jenisnya

Serba Serbi Koperasi di Indonesia Mulai dari Sejarah Hingga Jenis-Jenisnya

13/09/2021, 8:14 am

Koperasi memiliki peranan penting dalam peningkatan ekonomi di Indonesia. Bagaimana tidak? Usaha bersama yang telah berdiri sejak 1947 itu sebagai wadah pengembangan wirausaha dengan fasilitas simpan pinjam untuk mencapai tujuan bersama.

Sejarah Koperasi

Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai dan para petani yang terjerat oleh lintah darat dengan mendirikan Bank Pertolongan. Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda. Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi. Di samping itu, ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Dan berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi. Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Kemudian, hari itu ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia, sekaligus membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya.

Pengertian Koperasi

Koperasi berasal dari bahasa inggris, co-operation yang artinya kerja sama. Menurut Bapak Koperasi Indonesia, Moh. Hatta, koperasi merupakan usaha bersama untuk memperbaiki atau meningkatkan kehidupan dan taraf ekonomi yang berlandaskan asas tolong menolong. Menurut UU no. 25 tahun 1992 Pasal 1, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat atas asas kekeluargaan.

Jenis-Jenis Koperasi

Terdapat berbagai jenis koperasi di Indonesia sesuai dengan jenis usaha dan prinsipnya berdasarkan Undang-Undang. Nah, untuk mengetahui lebih jauh tentang jenis-jenis koperasi di Indonesia, di bawah ini penjelasannya! Berdasarkan UU no. 25 tahun 1992, koperasi di Indonesia memiliki 5 jenis koperasi. Antara lain:

1. Koperasi Produsen

Koperasi produsen adalah koperasi yang anggota-anggotanya para produsen. Umumnya beranggotakan minimal 20 orang. Koperasi ini menjalankan beberapa fungsi, di antarannya : a. Pembelian ataupun pengadaan input yang diperlukan anggota, b. Pemasaran hasil produksi yang dihasilkan dari usaha anggota, c. Proses produksi bersama atau pemanfaatan sarana produksi secara bersama, dan d. Menanggung resiko bersama atau menyediakan kantor pemasaran bersama.

2. Koperasi Konsumen

Koperasi konsumen adalah koperasi yang melaksanakan kegiatan bagi anggota dalam rangka penyediaan barang atau jasa yang dibutuhkan anggota. Koperasi konsumen berperan dalam mempertinggi daya beli sehingga pendapatan riil anggota meningkat. Koperasi ini memiliki fungsi pokok untuk menyelenggarakan pengadaan barang/jasa kebutuhan anggota secara efisien serta inovasi pengadaan seperti sumber dana kredit dengan bunga yang lebih rendah.

3. Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang menjalankan usaha simpan pinjam sebagai usaha guna melayani anggota. Koperasi ini ditempatkan sebagai pelayan anggota untuk memenuhi kebutuhan pelayanan keuangan bagi anggota agar menjadi lebih baik dan lebih maju. Dalam koperasi ini anggotanya memiliki kedudukan identitas ganda sebagai pemilik dan nasabah.

4. Koperasi Pemasaran

Koperasi pemasaran seringkali disebut koperasi penjualan. Identitas anggota sebagai pemilik dan penjual atau pemasar. Fungsi koperasi ini untuk menampung produk barang maupun jasa yang dihasilkan anggota dan selanjutnya memasarkannya kepada konsumen.

5. Koperasi Jasa

Koperasi jasa adalah koperasi yang berusaha di bidang pelayanan jasa non-simpan pinjam yang diperlukan oleh anggota dan non-anggota. Jika status anggota sebagai konsumen jasa, maka koperasi yang didirikan adalah koperasi pengadaan jasa. Sedangkan status anggota sebagai produsen jasa, maka koperasi yang didirikan adalah koperasi produsen jasa atau koperasi pemasaran jasa.