Home / Blog / Tak Hanya Perbankan, Koperasi Juga Terapkan Prinsip Syariah

Tak Hanya Perbankan, Koperasi Juga Terapkan Prinsip Syariah

13/09/2021, 8:19 am

Saat ini, eksistensi ekonomi syariah di Indonesia telah berkembang pesat. Hal itu dibuktikan dengan telah banyak perbankan syariah di Indonesia. Tak hanya itu, baru-baru ini telah berkembang koperasi syariah. Koperasi syariah adalah badan usaha koperasi yang menjalankan usahanya dengan prinsi-prinsip syariah.Apabila koperasi memiliki unit usaha produktif simpan pinjam, maka seluruh produk dan operasionalnya harus dilaksanakan dengan mengacu kepada fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia.

Secara teknis, koperasi syariah bisa dibilang sebagai koperasi yang prinsip kegiatan, tujuan dan kegiatan usahanya berdasarkan pada syariah islam yaitu Al-Qur’an dan As-Sunah. Maka dari itu, koperasi syariah tidak diperkenankan menjalankan usaha dalam bidang-bidang yang terdapat unsur-unsur riba, maysir, dan gharar. Selaras dengan itu, untuk memperdalam pemahaman terkait koperasi syariah, berikut ini penjelasan tentang tujuan, fungsi, dan perbedaannya dengan koperasi konvensional.

Tujuan Koperasi Syariah

Sesuai dengan Al-Qur’an, koperasi syariah memiliki tujuan yaitu mensejahterakan ekonomi anggotanya sesuai norma dan moral islam, dan menciptakan persaudaraan dan keadilan sesama anggota,

Fungsi Koperasi Syariah

Terdapat beberapa fungsi koperasi syariah, antara lain:

  1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan anggota pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya, guna meningkatkan kesejahteraan sosial ekonominya
  2. Memperkuat kualitas sumber daya insani anggota, agar menjadi lebih amanah, professional (fathonah), konsisten, dan konsekuen (istiqomah) di dalam menerapkan prinsip-prinsip ekonomi islam dan prinsip-prinsip syariah islam;
  3. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi
  4. Sebagai mediator antara menyandang dana dengan penggunan dana, sehingga tercapai optimalisasi pemanfaatan harta
  5. Menguatkan kelompok-kelompok anggota, sehingga mampu bekerja sama melakukan kontrol terhadap koperasi secara efektif.
  6. Mengembangkan dan memperluas kesempatan kerja.
  7. Menumbuhkan-kembangkan usaha-usaha produktif anggota

Perbedaan Koperasi Konvensional dan Koperasi Syariah

Perlu diketahui, terdapat beberapa perbedaan antara koperasi konvensional dan koperasi syariah. Beberapa di antaranya adalah:

1. Sistem Bunga

Terdapat sistem bunga dalam koperasi konvensional yang diberikan pada nasabahnya sebagai wujud dari keuntungan koperasi. Sedangkan koperasi syariah menerapkan sistem bagi hasil sebagai salah satu keuntungannya.

2. Sebagai Lembaga Zakat

Umumnya, koperasi konvensional tidak menjadi tempat penyalur zakat. Lain halnya dengan koperasi syariah yang menyediakan layanan penyalur zakat sebagai salah satu praktik ekonomi di dalamnya.

3. Sisi Pengawasan

Fokus koperasi konvensional adalah pengawasan kinerja pengelolaan koperasi saja. Sedangkan koperasi syariah bukan hanya berfokus pada pengawasan kinerja yang berlandaskan prinsip syariah Islam saja, melainkan juga kejujuran di internal koperasi serta aliran dana dan pembagian hasil.

4. Penyaluran Produk

Sistem yang berlaku pada koperasi konvensional adalah sistem kredit atau meminjam produk bagi para nasabah. Biasanya, nasabah yang meminjam dana atau barang harus mengembalikan beserta dengan bunga pinjaman di waktu yang sudah disepakati. Sementara koperasi syariah tidak memberlakukan sistem tersebut melainkan dijual secara tunai dan tanpa bunga. Koperasi syariah lebih mengedepankan sistem bagi hasil. Jika ada nasabah yang mengalami kerugian, koperasi tersebut akan memperoleh pengurangan pengembalian uang. Nah, sekarang Anda sudah tahu beberapa hal terkait koperasi syariah. Semoga informasi di atas dapat membantu untuk lebih memahami koperasi syariah, ya!