Home / Blog / Mengenal Dua Model Bisnis yang Kerap Digunakan Koperasi Syariah

Mengenal Dua Model Bisnis yang Kerap Digunakan Koperasi Syariah

20/09/2021, 1:59 am

Saat ini, telah banyak berkembang dan bermunculan koperasi syariah di Indonesia. Namun, dalam prosesnya banyak kendala yang dialami seperti kesadaran masyarakat dalam berkoperasi, kesan negatif dari koperasi syariah dan lain-lain. Dalam merancang bisnis, aspek lingkungan sangat berpengaruh. Sama halnya dengan merancang model bisnis koperasi syariah yang dipengaruhi oleh; market issues, market segments, needs and demands, switching cost, dan revenue attractiveness. Aspek tersebut berperan penting dalam pemilihan model bisnis yang digunakan guna menunjang kesejahteraan para anggotanya. Untuk mengetahui model bisnis apa saja yang bisa digunakan dalam koperasi syariah, penjelasannya sebagai berikut ini.

Business Model Canvas (BMC)

Menurut Osterwalder dan Pigneur Business Model Canvas (BMC) adalah sebuah model bisnis gambaran logis mengenai bagaimana sebuah organisasi menciptakan, menghantarkan dan menangkap sebuah nilai. Penggunaan metode model bisnis kanvas pada lembaga keuangan syariah seperti koperasi syariah dirasa penting untuk mengoreksi suatu kemungkinan tentang adanya kesalahan konsep atau perlunya perbaikan dalam proses menjalankan model bisnis. Hal itu karena koperasi syariah merupakan entitas bisnis yang memiliki tujuan profit dan social benefits. Sedangkan dalam buku Manajemen Resiko dalam Perspektif Islam, tercapainya tujuan profit dan sosial dari suatu kegiatan bisnis, secara ideal perlu adanya dukungan semua pihak, baik secara langsung ataupun tidak langsung memberikan jasa dalam meraih keuntungan bisnis secara layak. Sehingga, peran koperasi syariah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sangat penting dengan adanya produk pembiayaan yang sangat menguntungkan bagi pihak koperasi syariah juga bagi para nasabah.

Model Bisnis Sosial (Social Business Model)

Model bisnis sosial adalah struktur, desain, atau kerangka kerja yang diikuti oleh wirausaha sosial untuk membawa perubahan positif sambil mempertahankan hasil keuangan yang sehat. Model bisnis ini cocok untuk koperasi syariah lantaran salah satu konsep koperasi syariah adalah konsep sosial. Dengan begitu model bisnis ini dapat mendukung adanya kesejahteraan bagi para anggota sesuai dengan landasan hukum koperasi syariah. Terdapat 9 jenis model bisnis sosial yang biasa digunakan. Antara lain; the entrepreneur support model, the market intermediary model, the employment model, the fee-for-service model, the low-income client model, the cooperative model, the market linkage model, the service subsidization model, dan the organizational support model. Model bisnis tersebut biasa dikenal Fundamental Model yang dapat dikombinasikan dan ditingkatkan untuk mencapai pembuatan nilai secara maksimal.